Kiat-kiat Menjalankan KKN

Setelah semester 6 berakhir, biasanya pihak kampus akan mengadakan program kuliah kerja nyata atau disingkat KKN yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baik reguler maupun non-reguler. Program ini sendiri berlangsung minimal selama 30-40 hari. Para mahasiswa akan ditempatkan di desa-desa terpencil dengan tujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah di dapat selama ini. Bagi mahasiswa yang tidak biasa jauh dari kedua orang tua, tentu program ini akan cukup menyulitkan mereka. Apalagi jika mereka orangnya individualis dan sedikit susah beradaptasi. Apabila sebentar lagi akan menjalankan KKN, ada baiknya untuk menyiapkan diri sebaik mungkin agar tak kesulitan menghadapi dunia luar. Di samping itu, tak ada salahnya juga untuk melakukan kiat-kiat di bawah ini agar program ini berjalan lancar:

kkn

Bekerjasama dengan tim sebaik mungkin

Dalam satu kelompok KKN, biasanya ada lebih dari 10 orang anggota dan 1 pembimbing. Setiap kelompok akan memiliki 1 ketua, 1 wakil, 1 bendaraha, dan 1 sekretaris dan sisanya anggota. Semua orang dalam kelompok diwajibkan untuk saling dukung dan bekerjasama agar semua program kelompok mereka yang akan diimplementasikan bisa dilaksanakan dengan baik. Dalam hal ini, kerjasama tim sangat dibutuhkan dan harus diprioritaskan. Mengapa demikian? Apabila tidak ada kerjasama tim yang baik, program-program seperti mengajar di sekolah, membuat gapura, melaksanakan acara tertentu, dan lain sebagainya tidak akan terlaksana dengan baik. Apabila kondisinya semakin buruk, pembimbing dan pihak kampus akan memberikan nilai jelek kepada seluruh anggota.

Oleh sebab itu, Anda dituntut untuk mampu bekerjasama dengan tim sebaik mungkin. Dengarkan dan turuti semua peraturan yang sudah dibuat dan bantu anggota lainnya apabila mereka membutuhkan bantuan. Sebagai contoh, apabila ada anggota yang kesulitan dalam menyampaikan materi ketika mengajar sedangkan Anda sendiri sudah cukup berpengalaman dalam mengajar, silahkan bantu teman Anda untuk menyampaikan materi tersebut.

Tunjukkan sikap sopan

Sikap sopan adalah sikap yang harus Anda tunjukkan baik kepada semua anggota tim maupun masyarakat di mana Anda ditempatkan nantinya. Dengan melakukan hal ini, Anda akan disegani dan mendapatkan penilaian yang baik dari rekan Anda dan masyarakat sekitar. Pastikan untuk tidak menunjukkan sikap ini kepada sebagian orang saja agar tidak ada yang merasa dideskriminasi. Bagaimana jika ada anggota kelompok KKN Anda atau ada masyarakat yang tidak sopan kepada Anda atau anggota lainnya? Sikapi hal ini dengan bijak dan apabila masih tergolong tidak merugikan, silahkan dilupakan. Namun, jika mereka sudah melakukan tindakan tidak sopan di luar batas, adukan hal ini kepada pembimbing dan juga ketua desa (kades atau lurah) di sana agar yang bersangkutan tidak melakukan tindakan tersebut lagi.

Hindari perselisihan

Satu kelompok KKN yang beranggotakan belasan orang tentu memiliki pemikiran yang berbeda. Perbedaan inilah yang terkadang menimbulkan perselisihan. Belum lagi, perbedaan pendapat dengan warga yang juga bisa menimbulkan masalah yang sama. Meskipun begitu, hal ini memang sudah menjadi masalah umum ketika menjalankan kuliah kerja nyata. Tinggal bagaimana Anda bisa menghindarinya dan mengatasinya. Untuk menghindari, ada baiknya saling menghormati, menghargai dan memaafkan apabila melakukan kesalahan. Sementara itu, untuk mengatasi, cari solusi terbaik dan minta bantuan pembimbing atau ketua desa di sana. Jangan sampai kelompok Anda meninggalkan kesan tidak baik kepada warga karena hal tersebut dapat mencoreng nama kampus.

Semoga Anda bisa menjalankan program KKN Anda nantinya dengan lancar dan maksimal.

Jurus Jitu Memotivasi Anak agar Semangat Belajar

memotivasi-anak-agar-semangat-belajar

Anak yang rajin belajar, imbalannya adalah prestasi, kelancaran masuk sekolah top, bahkan beasiswa dari pihak sekolah atau pemerintah. Buat anak Anda semangat belajar dengan jurus-jurus di bawah.

Setiap orang tua ingin agar anaknya berprestasi di sekolah. Memiliki kebanggaan tersendiri jika anak menjadi juara kelas, juara umum sekolah, atau bahkan juara setingkat nasional/internasional. Di samping itu, prestasi yang diukir anak pun dapat membuatnya melanjutkan pendidikan ke sekolah top. Bahkan mungkin bisa membuatnya mendapatkan beasiswa pendidikan dari sekolah atau pemerintah. Prestasi cemerlang anak nyatanya bisa diperoleh dari kedisiplinan anak dalam belajar. Sayangnya, tidak semua anak mau belajar. Mereka lebih memilih bermain dengan teman-teman ketimbang harus belajar. Apakah anak Anda pun demikian? Di sini peran Anda sebagai orang tua untuk memotivasi anak agar ia semangat belajar. By the way, bagaimana cara memotivasi anak agar semangat belajar? Berikut ini jurus jitunya:

  • Dampingi anak saat belajar. Jangan hanya memberikan perintah untuk belajar, tapi Anda sendiri sibuk dengan urusan rumah atau kantor. Sediakanlah waktu untuk mendampingi anak saat belajar sehingga mereka akan lebih semangat. Ketika mereka tidak paham terhadap materi yang dipelajari, Anda sebagai orang tua sekaligus guru di rumah siap sedia memberikan penjelasan. Oleh karenanya, Anda pun penting memperbanyak membaca buku atau media online guna memperdalam pengetahuan agar bisa membantu anak jika sewaktu-waktu ia kesulitan dalam memahami atau mengerjakan salah satu materi pelajaran.
  • Manfaatkan mainannya sebagai media belajar. Anak-anak memang sukanya bermain. Hobinya ini bisa Anda manfaatkan untuk memotivasinya dalam belajar. Bagaimana caranya? Dengan memanfaatkan mainannya sebagai media belajar. Seperti halnya, ketika anak Anda suka dengan boneka, Anda bisa mengajak ia bermain boneka sembari belajar matematika dengan menghitung berapa boneka berwarna merah yang dimilikinya, boneka Barbie yang ada, lalu minta anak untuk menjumlah keseluruhan boneka yang dimiliki. Jika hasilnya benar, jangan ragu untuk memberikan ekspresi yang bahagia agar ia semakin termotivasi.
  • Berikan contoh. Sejatinya, perilaku anak meniru dari orang tuanya seperti kata peribahasa kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Makanya, jika Anda ingin anak Anda yang cerdas, Anda harus memberikan contoh ketekunan dalam belajar. Di waktu senggang, Anda bisa membaca buku bukan menonton TV atau bermain gadget. Jika kegiatan ini secara rutin dilihatnya, ia akan ikut-ikutan. Bila perlu ajak anak untuk membaca bersama.
  • Bicarakan orang-orang yang sukses karena prestasi dengan anak. Coba miliki waktu berkualitas bersama anak untuk membicarakan orang-orang yang sukses yang bisa memiliki rumah mewah, mobil mewah, bisa keliling dunia, dll karena prestasinya. Selain agar dapat meningkatkan kedekatan Anda bersama anak, momen ini diharapkan agar anak termotivasi ingin menjadi orang-orang sukses yang telah diceritakan dengan tekun belajar.

Selain keempat jurus di atas, ada jurus lainnya yang bisa dipertimbangkan agar anak semangat belajar tepatnya mendaftarkannya pada sebuah tempat les yang juga merupakan tempat les teman-temannya. Dalam proses memotivasi belajar anak, jangan sekali-kali memberikan kesan memaksa kepada anak apalagi sampai berkata kasar dan main tangan. Kesan yang memaksa anak untuk belajar membuat anak justru malah enggan. Makanya, perlahan saja dalam memotivasinya. Jika cara-cara di atas berhasil, tidak ada salahnya untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapainya karena tekun belajar. Misalnya, jalan-jalan tempat wisata edukasi, makan malam di luar, atau hal lainnya yang membuat tambah termotivasi untuk belajar.