Tips Sukses Mengikuti Aptitude Test Calon Cadet Pilot

aptitude-test-pilot

Aptitude test atau yang disebut dengan test bakat terbang adalah test yang dilangsung untuk menguji kemampuan para calon cadet pilot dalam menerbangkan pesawat. Tes ini diikuti oleh peserta calon siswa pilot yang setelah dinyatakan lulus dalam mengikuti tes tahap-tahap sebelumnya, seperti tes kemampuan akademik, psikotes, kesamaptaan, kesehataan tubuh luar dan dalam (medex), wawancara, dan lain sebagainya. Tentu saja harus lebih diusahakan semaksimal mungkin agar bisa lolos dalam tes tersebut dan dapat melanjutkan pendidikan di sekolah pilot. Berikut hal-hal penting yang sebaiknya dilakukan:

Pelajari sistem pesawat yang digunakan tes

Mengingat pesawat yang digunakan untuk aptitude test terkadang menggunakan pesawat jenis Socata TB-10 dan juga pesawat Sundowner, maka calon siswa penerbang mesti mengenal cara setting pesawat yang digunakan untuk test tersebut. Hal ini bisa dipertanyakan kepada para siswa penerbang, alumni, atau bisa juga konsultan spesialis sekolah penerbangan. Menimbang tes tahap ini mengeluarkan biaya kurang lebih sekitar 1 juta rupiah Indonesia, tentu akan sangat rugi bila gagal terlebih telah mampu melewati berbagai tes sebelumnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenal segala hal yang menyangkut penerbangan, seperti cara mengendalikan ailerons, rudder, elevator, dan bahkan juga mempelajari bagaimana cara climb, descent, dan lain sebagainya. Dengan mempelajari secara baik dan benar bagaimana sistem kontrol menerbangkan pesawat, maka akan sangat mudah nantinya dalam mengikut tes.

Siapkan mental dan fisik dengan baik

Kesiapan mental dan fisik yang baik sangat berperan penting dalam pelaksaan tes. Betapa tidak, dalam menerbangkan pesawat calon cadet tidak boleh takut akan ketinggian yang walaupun baru pertama kalinya baik pesawat. Begitu pula dengan fisik harus sehat, tidak mudah pusing dan ngeri dengan ketinggian dan kelajuan pesawat yang diterbangkan. Itulah sebabnya mental dan fisik yang kuat mesti betul-betul dipersiapkan dengan baik agar tes bakat terbang bisa diikuti dengan lancar.

Sekadar tips dalam hal ini, ada baiknya kenalkan diri dalam menggunakan alat transportasi udara untuk bepergian jauh. Sekalipun jaraknya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi darat dan kapal laut, tapi tidak ada salahnya bila mempertimbangkan untuk memakai pesawat terbang supaya bisa sekaligus beradaptasi dengan ketinggian. Selain itu pula, jaga kesehatan misalnya dengan mengkonsumsi vitamin tambahan dan memprioritaskan pola hidup sehat serta menghindari hal-hal buruk yang dapat memicu kesehatan menurun.

Lakukan apa yang diperintahkan oleh instruktur

Pada saat melaksanakan tes bakat terbang, calon cadet pilot akan ditemani oleh instruktur. Instruktur akan menginstruksikan calon cadet untuk mengikuti tes penerbangan, seperti meningkatkan atau menambah laju kecepatan terbang, belok ke kiri dan kanan, sampai pada pendaratan dengan laju kecepatan sesuai dengan yang diarahkan. Dalam hal ini, instruktur akan menilai bagaimana pemahaman calon cadet mengenai instruksi yang diberikan, apakah sudah sukup baik atau tidak. Apabila mengerti dan mampu melakukan arahan dengan baik, tentu nilainya pun akan bagus. Begitu pula sebaliknya, jika belum paham dan harus diajari dengan jeli oleh instruktur dapat dipastikan nilainya juga akan kecil. Makanya, di poin pertama calon cadet mesti paham sistem penerbangan pesawat yang digunakan agar mudah mengikuti arahan dari instruktur.

Mempelajari sistem pesawat yang digunakan untuk tes, menyiapkan mental & fisik dengan baik, dan melakukan apa yang diperintahkan oleh instruktur adalah tiga poin penting untuk memperoleh nilai yang bagus dari instruktur. Sungguh, aptitude test bukanlah suatu hal yang bisa dianggap main-main karena di sini calon cadet akan dites secara nyata untuk dipertimbangkan apakah punya bakat menjadi seorang penerbang atau tidak.

Jurus Jitu Memotivasi Anak agar Semangat Belajar

memotivasi-anak-agar-semangat-belajar

Anak yang rajin belajar, imbalannya adalah prestasi, kelancaran masuk sekolah top, bahkan beasiswa dari pihak sekolah atau pemerintah. Buat anak Anda semangat belajar dengan jurus-jurus di bawah.

Setiap orang tua ingin agar anaknya berprestasi di sekolah. Memiliki kebanggaan tersendiri jika anak menjadi juara kelas, juara umum sekolah, atau bahkan juara setingkat nasional/internasional. Di samping itu, prestasi yang diukir anak pun dapat membuatnya melanjutkan pendidikan ke sekolah top. Bahkan mungkin bisa membuatnya mendapatkan beasiswa pendidikan dari sekolah atau pemerintah. Prestasi cemerlang anak nyatanya bisa diperoleh dari kedisiplinan anak dalam belajar. Sayangnya, tidak semua anak mau belajar. Mereka lebih memilih bermain dengan teman-teman ketimbang harus belajar. Apakah anak Anda pun demikian? Di sini peran Anda sebagai orang tua untuk memotivasi anak agar ia semangat belajar. By the way, bagaimana cara memotivasi anak agar semangat belajar? Berikut ini jurus jitunya:

  • Dampingi anak saat belajar. Jangan hanya memberikan perintah untuk belajar, tapi Anda sendiri sibuk dengan urusan rumah atau kantor. Sediakanlah waktu untuk mendampingi anak saat belajar sehingga mereka akan lebih semangat. Ketika mereka tidak paham terhadap materi yang dipelajari, Anda sebagai orang tua sekaligus guru di rumah siap sedia memberikan penjelasan. Oleh karenanya, Anda pun penting memperbanyak membaca buku atau media online guna memperdalam pengetahuan agar bisa membantu anak jika sewaktu-waktu ia kesulitan dalam memahami atau mengerjakan salah satu materi pelajaran.
  • Manfaatkan mainannya sebagai media belajar. Anak-anak memang sukanya bermain. Hobinya ini bisa Anda manfaatkan untuk memotivasinya dalam belajar. Bagaimana caranya? Dengan memanfaatkan mainannya sebagai media belajar. Seperti halnya, ketika anak Anda suka dengan boneka, Anda bisa mengajak ia bermain boneka sembari belajar matematika dengan menghitung berapa boneka berwarna merah yang dimilikinya, boneka Barbie yang ada, lalu minta anak untuk menjumlah keseluruhan boneka yang dimiliki. Jika hasilnya benar, jangan ragu untuk memberikan ekspresi yang bahagia agar ia semakin termotivasi.
  • Berikan contoh. Sejatinya, perilaku anak meniru dari orang tuanya seperti kata peribahasa kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Makanya, jika Anda ingin anak Anda yang cerdas, Anda harus memberikan contoh ketekunan dalam belajar. Di waktu senggang, Anda bisa membaca buku bukan menonton TV atau bermain gadget. Jika kegiatan ini secara rutin dilihatnya, ia akan ikut-ikutan. Bila perlu ajak anak untuk membaca bersama.
  • Bicarakan orang-orang yang sukses karena prestasi dengan anak. Coba miliki waktu berkualitas bersama anak untuk membicarakan orang-orang yang sukses yang bisa memiliki rumah mewah, mobil mewah, bisa keliling dunia, dll karena prestasinya. Selain agar dapat meningkatkan kedekatan Anda bersama anak, momen ini diharapkan agar anak termotivasi ingin menjadi orang-orang sukses yang telah diceritakan dengan tekun belajar.

Selain keempat jurus di atas, ada jurus lainnya yang bisa dipertimbangkan agar anak semangat belajar tepatnya mendaftarkannya pada sebuah tempat les yang juga merupakan tempat les teman-temannya. Dalam proses memotivasi belajar anak, jangan sekali-kali memberikan kesan memaksa kepada anak apalagi sampai berkata kasar dan main tangan. Kesan yang memaksa anak untuk belajar membuat anak justru malah enggan. Makanya, perlahan saja dalam memotivasinya. Jika cara-cara di atas berhasil, tidak ada salahnya untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapainya karena tekun belajar. Misalnya, jalan-jalan tempat wisata edukasi, makan malam di luar, atau hal lainnya yang membuat tambah termotivasi untuk belajar.